Akupuntur untuk mengatasi migrain

21 September 2016
Comments: 0
Category: Uncategorized
21 September 2016, Comments: 0

Akupunktur, Akupuntur atau Acupuncture dikenal sebagai pengobatan tradisional china menjadi salah satu alternatif penyembuhan untuk para penderita migrain. perawatan rutin dengan akupunktur dapat membantu menyembuhkan migrain. terapi ini juga dapat membantu menyembuhkan penyakit lainnya ‘
Akupunktur sebenarnya telah digunakan masyarakat china untuk pengobatan sejak 2.000 tahun lalu. menurut ilmu pengobatan tradisional, titik-titik akupunktur sebenarnya berhubungan dengan suatu energi atau chi dan hal ini dapat mencegah dan mengobati migrain, sehingga menyembuhkan migrain tanpa efek samping. Teknik akupunktur seluruh tenaga negatif akan dikeluarkan dengan chi. teknik akupunktur tradisioanl bekerja dengan cara membebaskan chi yang tidak lancar dan terakumulasi di saraf yang menjadi penyebab migrain. namun, dari kedua kesimpulan tersebut, semuanya tetap berdasarkan cara tradisional yang manjur dalam sebuah terapi akupunktur.

Secara traditional Chinese medicine ( TCM ) migraine atau nyeri kepala sebelah merupakan suatu golongan penyakit akibat gangguan keseimbangan energy chi ( Qi ),keadaan ini yang sering ditemukan dalam praktek sehari hari ,nyeri kepala sebelah / migraine ini bisa terjadi pada kepala sebelah kanan,kiri depan atau belakang dan bersifat menekan, tak tertahankan, kadang berdenyut, kadang diserta imual, pandangan kabur, dan keringat dingin dan sering kambuh ,. Penyebab gangguan keseimbangan energy chi karena terjadinya kekacauan chi (Qi) dan darah (Xue) di kepala serta adanya sumbatan sirkulasi chi di meridian yang melewati kepala.

Migrain terbagi dalam empat golongan, yaitu:

Migrain biasa
Sebagian besar penderita migrain umumnya menderita migrain golongan ini, dengan gejala seperti nyeri berdenyut di salah satu sisi kepala dengan intensitas sedang hingga berat. Bila sudah parah, penderita tidak dapat beraktivitas karena selalu merasa mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, suara dan bau. Sakitnya akan hilang sendiri dalam waktu 4 hingga 72 jam.

Migrain Klasik
Migrain golongan ini umumnya didahului dengan gejala yang dinamakan aura, yaitu gangguan penglihatan seperti melihat garis bergelombang, cahaya terang, bintik gelap atau tidak dapat melihat benda dengan jelas.

Gejala aura lainnya, adalah rasa geli atau kesemutan di tangan. Sebagian penderita tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan baik, merasa kebas di tangan, pundak, atau wajah, atau merasa lemah pada satu sisi tubuhnya, atau merasa bingung.

Penderita dapat mengalami satu atau beberapa macam gejala, meski tidak timbul secara bersamaan. Gejala yang umumnya timbul 30 menit sebelum rasa sakit ini, dapat hilang atau bertahan sampai rasa sakit di kepala menyerang.

Migrain Haid
Migrain ini umumnya timbul beberapa hari sebelum, selama atau sesudah haid. Penderita akan tahu bahwa migrain yang ia rasakan, berhubungan dengan siklus haidnya. Rasa sakit yang dirasakan, bisa seperti migrain biasa atau klasik.

Migrain Komplikasi
Migrain golongan ini kerap disertai gangguan sistim saraf, seperti mati rasa pada kulit dan geli, kesulitan berbicara atau mengerti pembicaraan, ketidakmampuan menggerakkan lengan atau kaki. Gejala syaraf ini dapat tetap bertahan meski migrainnya telah sembuh.

Faktor pencetus migrain secara Akupuntur tradisional

1. PPL atau penyebab penyakit luar sperti angin dingin, panas, atau kering.
2. PPD atau penyebab penyakit dalam seperti gangguan emosi dan sejenisnya

Migrain dan Faktor Pencetusnya secara kedokteran barat
secara ilmu kedokteran migraine diduga penyebabnya adalah gangguan vaskularisasi
Migrain atau nyeri kepala sebelah adalah salah satu penyakit yang diperkirakan diderita oleh 25% wanita dan 10% pria di seluruh dunia. Secara statistik, wanita tiga kali lebih sering terkena migrain dibanding laki-laki dan lebih banyak diderita orang dewasa di usia 20 hingga 50 tahun.
Seiring pertambahan usia, tingkat keparahan dan frekuensinya pun ikut menurun. Migrain juga banyak menimpa remaja dan anak-anak. Terutama mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat penderita migrain.

Migrain adalah nyeri kepala berdenyut yang disertai mual dan muntah yang biasanya menyerang di pagi hari, sehingga sangat mengganggu aktivitas. Penderita juga biasanya menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, suara, dan bau-bauan.
Sakit kepala akibat migrain, agak sulit dibedakan dengan sakit kepala akibat sinusitis atau otot leher tegang. Meski sering dirasakan di salah sisi kepala, namun nyerinya bisa berpindah atau mengenai kedua sisi sekaligus.
Migrain juga dapat timbul akibat adanya penyakit lain, seperti asma dan depresi atau penyakit berat, semisal tumor atau infeksi. Namun kejadian ini sangat jarang.
Meski belum diketahui pasti penyebabnya, migrain diperkirakan terjadi akibat adanya hiperaktivitas impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah di otak dan mengakibatkan terjadinya pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi (peradangan).
Pelebaran dan inflamasi ini menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala lain, seperti mual. Semakin berat inflamasi yang terjadi, semakin berat pula migrain yang diderita. Faktor genetik umumnya sangat berperan pada timbulnya migrain.

Faktor pencetus migrain

– Konsumsi makanan tertentu
– Tidur berlebihan atau kurang tidur
– Tidak makan
– Perubahan cuaca atau tekanan udara
– Stres atau tekanan emosi
– Bau yang sangat menyengat atau asap rokok
– Sinar yang sangat terang atau pantulan sinar matahari.

Penderita migrain harus berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, karena ada beberapa jenis makanan yang dapat memicu terjadinya migrain (meski tergantung dari sensitivitas masing-masing individu), misalnya:

1. Alkohol
Alkohol termasuk zat yang diuretik atau penyebab dehidrasi tubuh, sehingga dapat memicu timbulnya migrain. Meski anggur merah memiliki fungsi ganda yang berlawanan, karena kaya akan unsur fenolik yang sangat baik buat jantung, namun anggur merah juga bisa memicu terjadinya migrain.

2. Kafein
Meski mengkonsumsinya membantu menghilangkan migrain, namun sebenarnya tidak dianjurkan dilakukan bagi penderitanya. Sebab bila sudah kecanduan, kurang konsumsi kafein malah akan memicu terjadinya migrain. Bila hanya ingin menghentikan migrain, satu gelas saja sudah cukup.

3. Keju
Meski masih pro-kontra, namun beberapa ahli mengatakan keju adalah salah satu pemicu migrain. Unsur asam amino tiramin yang terkandung pada keju, diperkirakan mampu memicu timbulnya sakit kepala karena mengurangi kadar serotonin dalam otak yang mengganggu irama aliran darah.

4. Aditif Makanan
Para penderita migrain umumnya mengatakan bahwa mereka sangat sensitif dengan makanan yang mengandung MSG, Nitrit, aspartame (pemanis buatan), tetrazin dan sulfite (ditemukan pada minuman alkohol dan wine).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *